loading

Loading...

Pola Asuh Anak Yang Baik

Pola Asuh Anak Yang Baik

October 27, 2016

Setiap orang tua yang telah dikarunia momongan, tentu akan memberikan pengasuhan atau pola asuh anak yang terbaik menurut mereka, selain dari itu disesuaikan pula dengan keadaan anaknya sendiri. Sehingga tidaklah heran apabila antara keluarga satu dengan yang lainnya akan menjadikan anaknya dengan karakter yang berbeda. Terlebih lagi, keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Dan lingkungan yang memiki pengaruh serta peran cukup penting dalam membantu dan menunjang setiap tahapan tumbuh kembang anak yang akan berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama. Yakni mulai dari anak masih dalam bentuk janin dalam rahim, hingga anak berusia 12-13 tahun atau remaja.

Berbicara mengenai pola asuh anak, berdasarkan beberapa sumber yang kami peroleh bahwasannya sedikitnya ada lima macam pola asuh yang diterapkan oleh para orang tua terhadap anak-anaknya. Diantaranya sebagai berikut:

Yang pertama ada pola asuh otoriter, di mana dalam pola asuh jenis ini, orang tua mengharuskan anaknya menuruti apa kata mereka. Sehingga anak sama sekali tidak memiliki kebebasan baik untuk berpendapat, melakukan hal yang ia inginkan, dan lainnya. Tak jarang anak yang diasuh secara otoriter lebih mudah depresi.

Pola asuh demokratis, yang dipandang cukup baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, karena anak diberikan kebebasan untuk berpendapat. Dan dalam hal ini  orang tua lebih bersifat friendly terhadap anaknya.

Temporizer, merupakan pola asuh yang tidak konsisten. Besar kemungkinan anak yang diasuh dengan pola seperti ini akan mengalami sedikit kebingungan, sebenarnya yang seharusnya dan diharapkan orang tua itu seperti apa.

Appeasers, jenis pola asuh yang ditandai dengan banyaknya kekhawatiran dari orang tua terhadap anak, atau yang lebih kita kenal dengan istilah overprotective. Alhasil, anak akan lebih banya sendiri dan kurang memiliki pergaulan.

Pola asuh permisif, ialah pola asuh di mana orang tua sama sekali tidak memberikan kontrol terhadap anak. Dengan kata lain, anak diberikan kebebasan untuk melakukan berbagai hal yang ia sukai tanpa batasan.

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *