Jus Sehat
Jus Sehat

Membuat anak lebih menyukai buah dibandingkan jajanan warung, terkadang sangat menyulitkan. Padahal, konsumsi buah dan sayur wajib diperlukan untuk tumbuh kembang mereka. Namun, Ibu tak perlu khawatir. Dengan mengubah sajian buah potong menjadi jus sehat, anak akan bisa lebih menyukainya. Ibu bisa membuat sajian jus sehat dipadukan dengan es batu atau ice cream untuk membuat rasa dan tampilan yang menggugah. Membuat jus buah pun tidak terlalu sulit. Ibu bahkan bisa meminta Si Kecil ikut membantu menyiapkannya bersama-sama. Dengan melibatkannya, akan membuat Si Kecil lebih mengenal buah dan menjadi terbuka untuk mencicipinya.

Resep Jus Buah Jeruk-Wortel Madu

Bahan-bahan:

  • 2 buah atau lebih jeruk peras
  • 4 buah atau lebih wortel
  • 2 sdt madu

Cara membuat:

  1. Belah dua jeruk. Lalu peras menggunakan perasan jeruk.
  2. Cuci bersih wortel. Kupas tipis-tipis kulitnya hingga bersih. Potong-potong.
  3. Blender atau masukkan potongan ke dalam juice extractor. Saring ambil sarinya.
  4. Campurkan sari wortel dengan air perasan jeruk.
  5. Masukkan madu. Aduk rata

Jus Sehat

Catatan: Jangan berikan madu jika Si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun.

Kandungan nutrisi jus Jeruk-Wortel Madu

  • Jeruk

Buah manis oranye ini sudah sangat dikenal dengan kandungan Vitamin C-nya. Sangat bagus sebagai penunjang daya tahan tubuh. Selain itu, juga mengandung Vitamin B kompleks dan mineral potassium dan kalsium. Membuat jeruk sangat bagus dikonsumsi untuk masa pertumbuhan Si Kecil.

  • Wortel

Wortel sangat bagus menjaga kesehatan mata Si Kecil, berkat kandungan Vitamin A-nya. Wortel juga mengandung Vitamin C, D, E, K, B1, B6 berikut juga kalsium, magnesium, dan fosfor.

  • Madu

Madu sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh Si Kecil. Selain bisa memperlancar pencernaan, madu juga disebut-sebut sebagai antikanker. Gunakan madu murni yang tidak mengalami penambahan zat-zat lainnya.

Selain mencoba mengenalkan buah melalui jus sehat, sebaiknya Ibu tetap mencontohkan makan buah potong kepada Si Kecil setiap harinya. Ibu bisa melakukan observasi, kira-kira mengapa Si Kecil tidak menyukai buah-buahan. Dengan mengetahui penyebab ketidaksukaannya, diharapkan Ibu dapat memberikan contoh bahwa makan buah pun bisa sama asyiknya seperti  camilan lainnya.