perhiasan Nusantara
perhiasan Nusantara

Keunikan dari banyaknya model pengantin Nusantara tidak hanya terletak pada gaya atau model busana nya saja. Akan tetapi, perhiasan yang dikenakan pun turut memberikan perbedaan yang unik tersebut. Sebut saja, pengantin Minang yang hadir dengan ciri khas suntiang atau mahkota yang dengan indahnya terpasang di kepala pengantin wanita.

Nah, jika berbicara soal perhiasan maka perhiasan Nusantara pun hadir dengan keanekaragaman model yang menarik dan unik. Sebut saja seperti :

perhiasan Nusantara
                                                         perhiasan Nusantara

Perhiasan Khas dari Pengantin Betawi

Jenis perhiasan nusantara yang berasal dari pengantin betawi yaitu siangko cadar. Perhiasan ini memiliki model mirip cadar dan dibuat dari manik-manik emas. Modelnya sungguh unik yaitu menjuntai indah sampai menutupi keseluruhan wajah. Oh ya, selain siangko yang kerap digunakan ada juga bentuk perhiasan lainnya yang biasa dipakai seperti Delime Betawi. Yuk, perhiasan yang satu ini memiliki fungsi yaitu sebagai penutup dada dan biasanya dikenakan di atas Tuaki.

Bagi masyarakat Betawi, perhiasan ini disebut juga Teratai Betawi. Mengapa disebut demikian?  Karena memang bentuknya hampir menyerupai kelopak bunga betawi . Satu lagi, perhiasan Nusantara yang juga sering dipakai adalah Sisir Galu yang bentuknya hampir menyerupai mahkota dan selalu dipasang di bagian ubun-ubun.

Perhiasan Khas dari Pengantin Jogja dan Solo

Selanjutnya, perhiasan khas nusantara adalah Jogja dan Solo. Sebenarnya, kedua daerah ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Hanya saja untuk pemakaian centung pengantin wanita Jogja mengenakan centung S namun pengantin wanita Solo mengenakan centung biasa. Begitu juga dengan pemakaian kembang goyang dimana pada umumnya pengantin Solo menggunakan 7 buah kembang goyang sementara Jogja menggunakan 9 buah kembang goyang.

Perhiasan Khas dari Pengantin Cirebon

Kalau untuk yang satu ini memang memiliki ciri khas tersendiri mulai dari busana hingga perhiasan yang dipakai. Hal ini berdasarkan dari latar belakang sejarah yaitu menggunakan gaya pengantin keraton Cirebon. Dimana pada umumnya terdiri dari dua jenis yaitu pengantin Kebesaran berasal dari Keraton Kanoman sementara pengantin Kepangeranan yang berasal dari Keraton Kasepuhan.