Saat hendak berinvestasi di Reksa Dana Syariah, biasanya Anda akan disuguhkan beberapa istilah yang mungkin membuat Anda merasa kebingungan, salah satunya seperti efek syariah. Istilah-istilah semacam ini juga yang kadang membuat bingung dan ragu para investor untuk memulai investasi Reksa Dana Syariah mengingat kurangnya edukasi kepada mereka terkait dengan istilah-istilah seperti efek syariah tersebut. 

Maka dari itu, berikut klikMami dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia yang pernah meraih penghargaan Top Investment House in Asia Local Currency Bonds dari The Asset Benchmark Research selama tiga tahun berturut-turut, akan membagikan informasi singkatnya untuk Anda. untuk itu, simak berikut ini. 

investasi Reksa Dana Syariah
investasi Reksa Dana Syariah

Apa yang dimaksud dengan efek syariah tersebut? 

Secara umum, definisi efek bisa dilihat pada UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, yang menyebutkan bahwa efek merupakan sebuah surat berharga, surat pengakuan utang, obligasi, surat berharga komersial, tanda bukti utang, saham, dan unit penyertaan. 

Sementara itu, jika dilihat dari POJK 15/POJK.4/2015 terkait penerapan serta prinsip syariah dari pasar modal, maka efek syariah dijelaskan sebagai:

  1. merupakan akad, cara pengelolaan, serta kegiatan usaha
  2. adalah aset yang jadi landasan akad, mengikuti cara pengelolaan, merupakan kegiatan usaha
  3. sebuah aset yang berhubungan dengan efek tersebut serta penerbitnya, dan tidak mengalami pertentangan prinsip syariah di pasar modal. 

Dengan kata lain bisa disimpulkan bahwa efek syariah adalah sebuah surat berharga yang tidak memiliki pertentangan terhadap prinsip-prinsip syariah yang ada di pasar modal. Sementara itu, efek yang dimaksud sendiri bisa berupa saham syariah, Reksa Dana Syariah, serta sukuk dan lain semacamnya. 

Klik Mami merupakan salah satu penyedia jasa investasi Reksa Dana konvensional dan Reksa Dana Syariah, KlikMami merupakan bagian dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia yang pernah meraih penghargaan Top Investment House in Asia Local Currency Bonds dari The Asset Benchmark Research selama tiga tahun berturut-turut.